BLITAR – Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar. Krisis air bersih yang meluas membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar turun tangan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak di Kecamatan Panggungrejo.
Sebanyak 12.000 liter air bersih disalurkan ke beberapa titik yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. Bantuan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sambil menunggu kondisi sumber air kembali normal.
BPBD Kabupaten Blitar menyebut distribusi air bersih dilakukan setelah menerima laporan dari pemerintah desa terkait menurunnya debit sumber air akibat kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sumur warga mengering sehingga pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari menjadi terbatas.
Proses pendistribusian dilakukan menggunakan mobil tangki dengan prioritas bagi daerah yang mengalami krisis air paling parah. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, air bersih juga dimanfaatkan untuk keperluan memasak, minum, dan sanitasi.
BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Apabila kekeringan meluas dan kebutuhan masyarakat meningkat, distribusi air bersih akan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat urgensi di masing-masing wilayah.
Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Langkah penghematan dinilai penting agar persediaan air tetap mencukupi hingga datangnya musim hujan.
Pemerintah Kabupaten Blitar terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk melakukan pendataan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Upaya tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran, sekaligus meminimalkan dampak krisis air bersih terhadap aktivitas masyarakat.(red/lis)
Posting Komentar