KEDIRI – Sebanyak 117 siswa SMP Negeri 1 Kras, Kabupaten Kediri, mengalami gangguan kesehatan berupa mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut langsung mendapat penanganan dari pihak sekolah bersama tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi para siswa tetap terkendali.
Gejala mulai dirasakan para siswa beberapa saat setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG. Selain mual dan muntah, sebagian siswa juga mengeluhkan sakit perut, pusing, serta diare dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda.
Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan puskesmas, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait setelah menerima laporan banyaknya siswa yang mengalami keluhan serupa. Para siswa yang menunjukkan gejala langsung mendapatkan pemeriksaan medis, sementara beberapa di antaranya dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.
Untuk memastikan penyebab kejadian, petugas kesehatan bersama pihak berwenang mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa. Sampel tersebut akan menjalani uji laboratorium guna mengetahui apakah terdapat kontaminasi yang menjadi pemicu munculnya gejala pada para pelajar.
Sementara proses investigasi berlangsung, distribusi menu MBG di sekolah tersebut dievaluasi. Pemerintah daerah bersama penyelenggara program juga melakukan penelusuran terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Meski jumlah siswa yang terdampak cukup banyak, sebagian besar hanya mengalami gejala ringan hingga sedang dan telah mendapatkan penanganan medis. Pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi para siswa serta berkomunikasi dengan orang tua untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
Kasus ini menjadi perhatian berbagai pihak mengingat program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Karena itu, aspek keamanan pangan, kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga distribusi makanan menjadi fokus evaluasi agar program tersebut tetap berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan. (red/lis)
Posting Komentar