KEDIRI – Sejumlah wilayah di Kediri masih diguyur hujan meski secara klimatologis telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di masyarakat, terutama karena hujan masih turun dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, hujan yang masih terjadi pada musim kemarau merupakan fenomena yang masih tergolong normal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang menyebabkan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah, meskipun sebagian besar Jawa Timur telah memasuki musim kemarau.
Prakirawan BMKG Dhoho Kediri menerangkan bahwa musim kemarau tidak selalu berarti cuaca akan panas dan kering setiap hari. Pada periode tertentu, masih terdapat peluang hujan akibat adanya kelembapan udara yang cukup tinggi serta proses pemanasan permukaan yang memicu pertumbuhan awan konvektif.
Fenomena ini umumnya terjadi pada siang hingga sore hari dan bersifat lokal. Akibatnya, hujan dapat mengguyur satu wilayah, sementara daerah lain yang berdekatan tetap mengalami cuaca cerah.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski sudah memasuki musim kemarau. Selain potensi hujan lokal, perubahan cuaca yang berlangsung cepat masih dapat terjadi, termasuk peningkatan kecepatan angin yang menjadi karakteristik musim kemarau di wilayah Jawa Timur.
Di sisi lain, sebagian wilayah Jawa Timur tetap diprediksi mengalami penurunan curah hujan seiring meluasnya musim kemarau. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan di sejumlah daerah sehingga masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan mewaspadai potensi kebakaran lahan maupun permukiman.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Informasi resmi dari BMKG diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi secara cepat selama masa peralihan menuju puncak musim kemarau.(red/lis)
Posting Komentar