Pabrik Pakan Ternak di Jombang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar


kebakaran pabrik pakan ternak di Mojowarno--(photo by memorandum.co.id)


JOMBANG
– Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik pakan ternak di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jumat (24/7) malam. Kobaran api yang dengan cepat membesar menghanguskan bangunan pabrik, mesin produksi, serta bahan baku, dengan total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap sumber api yang memicu insiden tersebut.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 19.50 WIB. Api pertama kali terlihat membesar di area belakang bangunan pabrik sebelum merambat ke bagian lain. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan membuat para pekerja yang masih berada di lokasi panik serta berusaha menyelamatkan diri.

Supriyono (63), teknisi listrik pabrik, mengaku mengetahui kejadian saat kobaran api sudah membesar. Ia bersama pekerja lainnya langsung berupaya menyelamatkan sejumlah barang yang masih memungkinkan untuk dipindahkan.

Menurut Supriyono, titik awal kebakaran diduga berasal dari sisi barat atau belakang pabrik, tepatnya di sekitar area mesin produksi. Dalam waktu singkat, api merambat ke berbagai fasilitas yang berada di sekitarnya.

Kobaran api kemudian melahap mesin-mesin produksi, instalasi panel listrik, serta tumpukan bahan baku pakan ternak berupa janggel atau bonggol jagung dan hasil gilingan. Banyaknya material yang mudah terbakar menyebabkan api semakin cepat membesar sehingga sulit dikendalikan.

Para pekerja sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kobaran api telah menyebar ke sebagian besar area produksi. Setelah itu, petugas pemadam kebakaran segera dihubungi untuk melakukan penanganan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, mengatakan pihaknya mengerahkan enam armada pemadam ke lokasi kejadian. Armada tersebut terdiri dari tiga unit fire pumper dan tiga mobil tangki yang bertugas menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman.

Petugas pemadam kebakaran bersama unsur gabungan berjibaku selama beberapa jam untuk mengendalikan kobaran api. Setelah api berhasil dipadamkan, proses dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih mendalami penyebab kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara hasil olah TKP akan menjadi dasar dalam menentukan sumber api yang sebenarnya.

Akibat insiden tersebut, sejumlah mesin produksi, panel listrik, bahan baku, serta sebagian bangunan pabrik mengalami kerusakan berat. Meski kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.(red/lis)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama