Gonggongan Anjing Ungkap Penemuan Peziarah Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo

  

EVAKUASI - Tim gabungan saat akan mengevakuasi  warga Desa Balung, yang ditemukan tewas d lereng pegunungan di Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Situbondo. (by tribunjatim.com)


SITUBONDO
– Suasana tenang di kawasan wisata religi Asta Sumbersuko, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, mendadak berubah duka setelah seorang peziarah ditemukan meninggal dunia di lereng perbukitan, Jumat (31/7/2026) sore.

Korban diketahui bernama Mashusi (50), warga Desa Balung, Kecamatan Kendit. Pria tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 16.00 WIB oleh sesama peziarah yang berada di sekitar lokasi.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, korban dikenal sebagai peziarah yang cukup rutin mendatangi Asta Sumbersuko. Selain berziarah, ia juga kerap mengaji dan mengambil air di kawasan yang dianggap memiliki nilai spiritual oleh masyarakat setempat.

Anggota BPBD Situbondo, Sonata, mengatakan Mashusi sudah sering terlihat datang ke lokasi tersebut.

"Berdasarkan keterangan warga, korban memang rutin berziarah ke Asta Sumbersuko sekitar dua kali dalam seminggu," ujarnya.

Ditemukan Berkat Gonggongan Anjing

Peristiwa ini bermula ketika korban berpamitan kepada rekannya untuk melaksanakan ziarah pada Jumat pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban masih terlihat berada di sekitar bangunan asta dalam kondisi normal.

Namun hingga sore hari korban tak kunjung kembali. Saat salah seorang saksi hendak membuat kopi, ia mendengar suara gonggongan anjing yang terus-menerus dari arah lereng bukit di sekitar lokasi.

Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, saksi kemudian mendatangi sumber suara tersebut. Setibanya di lokasi, ia terkejut mendapati Mashusi sudah tergeletak dalam posisi tertelungkup tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kanit Reskrim Polsek Kendit, Bripka Diangga Pratama, membenarkan kronologi tersebut.

"Korban ditemukan setelah saksi mengikuti arah gonggongan anjing. Saat dicek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.

Diduga Terjatuh Setelah Hipertensi Kambuh

Menerima laporan warga, personel Polsek Kendit bersama tim BPBD Situbondo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban yang berada di lereng perbukitan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan informasi dari pihak keluarga maupun warga, korban diduga memiliki riwayat penyakit hipertensi. Polisi menduga penyakit tersebut kambuh saat korban berada di kawasan perbukitan sehingga menyebabkan pusing, kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh dari tebing.

Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Korban diduga meninggal akibat terjatuh dari tebing setelah kesehatannya menurun. Jenazah langsung dievakuasi ke RS Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Bripka Diangga.

Polisi Imbau Pengunjung Lebih Waspada

Petugas mengimbau masyarakat yang berziarah maupun berwisata di kawasan perbukitan agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas dengan medan yang cukup terjal.

Bagi pengunjung yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi atau gangguan jantung, disarankan tidak melakukan perjalanan seorang diri agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Sementara itu, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. (Red/EI)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama