KEDIRI – Suasana duka menyelimuti warga Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, setelah dua bocah laki-laki ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Konto, Dusun Klampokrejo, Desa Blaru, Jumat (31/7/2026) siang.
Korban diketahui berinisial MAA (9) dan APD (7). Keduanya diduga tenggelam saat bermain dan memancing di sekitar sungai bersama teman-temannya. Dalam peristiwa tersebut, seorang anak lainnya berhasil diselamatkan warga.
Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono menjelaskan, kejadian bermula ketika seorang warga berinisial S sedang mencari cacing di area persawahan yang berada tidak jauh dari Sungai Konto.
Saat berada di lokasi, saksi didatangi seorang perempuan yang mengabarkan bahwa ada anak yang diduga tenggelam di sungai. Mendengar informasi tersebut, saksi bersama warga langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian.
"Korban pertama berhasil ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 1,5 meter dalam kondisi sudah meninggal dunia. Sekitar 10 menit kemudian korban kedua juga ditemukan di lokasi yang sama dalam keadaan meninggal dunia," ujar AKP Wendi, Sabtu (1/8/2026).
Setelah berhasil dievakuasi, korban APD dibawa keluarganya ke RS HVA Tulungrejo untuk menjalani pemeriksaan medis. Sementara MAA langsung dibawa ke rumah duka.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Badas untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap kedua jenazah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Tim medis menyimpulkan penyebab kematian akibat tenggelam, yang diperkuat dengan ditemukannya air di paru-paru serta tanda medis lain yang sesuai.
"Pada tubuh para korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Hasil pemeriksaan luar menunjukkan penyebab kematian akibat tenggelam," jelas AKP Wendi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kedua bocah diduga sedang memancing sekaligus berenang di Sungai Konto. Informasi dari warga menyebutkan, awalnya terdapat tiga anak yang bermain di sekitar sungai. Salah seorang diduga terpeleset ke dalam air sehingga memicu kepanikan.
Upaya saling menolong diduga justru membuat dua anak lainnya ikut tenggelam. Sementara seorang anak berhasil diselamatkan oleh warga yang datang ke lokasi.
Meski saat ini debit air Sungai Konto mengalami penurunan akibat musim kemarau, polisi mengingatkan bahwa kondisi tersebut bukan berarti sungai aman untuk dijadikan tempat bermain.
Lokasi yang baru selesai dinormalisasi memiliki sejumlah titik dengan kedalaman lebih dari satu meter yang cukup berbahaya, terutama bagi anak-anak yang belum mahir berenang.
Polisi pun mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai, saluran irigasi, embung, maupun kawasan perairan lainnya.
"Meski terlihat tenang saat musim kemarau, sungai tetap memiliki risiko tinggi. Pengawasan orang tua sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang," pungkas AKP Wendi. (Red/lis)
Posting Komentar