Kediri radarjatim.net – Siang itu, suasana di salah satu sudut Kecamatan Mojoroto tampak biasa saja. Namun, di balik keramaian warga, tersimpan keresahan yang sudah lama mereka pendam — maraknya praktik judi sabung ayam dan dadu yang tak kunjung berhenti.
Warga setempat menyebut, arena sabung ayam itu beroperasi hampir setiap pekan. Lokasinya berpindah-pindah, namun tetap di sekitar kawasan yang sama. Meski sudah sering diberitakan dan dikeluhkan, aktivitas tersebut seolah tak tersentuh hukum.
“Sudah berapa kali dibongkar, tapi ya buka lagi. Kami jadi bingung, siapa yang bisa menghentikan ini?” ujar seorang warga Mojoroto, Jumat (11/10/2025).
Sebagian warga memilih diam. Mereka takut berbicara terlalu jauh karena khawatir akan mendapat tekanan. “Kadang kami cuma bisa lihat dari jauh, tapi tidak berani lapor. Takutnya malah balik kena masalah,” tambahnya lirih.
Tokoh masyarakat di wilayah tersebut mengaku prihatin. Mereka menilai, perjudian yang dibiarkan berlangsung lama bisa merusak moral warga, terutama anak muda.
“Kalau polisi tidak bertindak, dampaknya bisa fatal. Bukan hanya rusak moral, tapi juga rusak kepercayaan warga terhadap hukum,” tegas seorang tokoh agama Mojoroto.
Arena judi itu disebut-sebut dikelola oleh seseorang berinisial E, yang dikenal memiliki jaringan kuat dan pengaruh luas di kawasan itu.
Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian. Sementara itu, warga hanya bisa berharap agar ketenangan kembali hadir di lingkungan mereka — tanpa bayang-bayang judi yang terus menghantui.
(Red/FR)
Posting Komentar