Proyek Irigasi Sidomulyo Disebut Sarat Kepentingan Politik, Warga Merasa Terpinggirkan

 

Kediri radarjatim.net – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang seharusnya menjadi solusi bagi kebutuhan petani di Desa Sidomulyo justru disebut-sebut sarat kepentingan politik. Dugaan ini muncul setelah tim LP3-NKRI mengungkap adanya keterlibatan oknum tertentu yang meminta potongan dana cukup besar dari proyek tersebut.

Keterangan kepala desa yang sempat menyebut adanya potongan 20 hingga 30 persen untuk tim aspirator membuat masyarakat kian resah. Pasalnya, dana Rp195 juta yang semestinya digunakan penuh untuk pembangunan jaringan irigasi akhirnya tidak maksimal. Padahal, kebutuhan petani terhadap irigasi sangat mendesak agar hasil panen bisa lebih stabil.

Beberapa tokoh masyarakat menilai, proyek pembangunan desa sering dijadikan alat politik. Dana yang turun dari pusat hingga ke desa kerap diiringi dengan berbagai kepentingan, mulai dari pencitraan hingga kepentingan kelompok tertentu. Jika benar terjadi, hal ini jelas merugikan petani kecil yang sangat bergantung pada kelancaran irigasi.

Tak hanya soal dana, warga juga menyoroti minimnya keterbukaan pemerintah desa dalam mengelola proyek. Sosialisasi jarang dilakukan, laporan anggaran tak pernah dipublikasikan secara jelas, dan masyarakat tidak diajak serta dalam pengawasan. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa proyek sengaja ditutup-tutupi.

Akibatnya, proyek irigasi yang seharusnya menjadi kebanggaan desa justru menimbulkan rasa kecewa di kalangan petani. Mereka khawatir hasilnya tidak sesuai harapan, apalagi jika dana pembangunan sudah tergerus sejak awal.

LP3-NKRI menegaskan, indikasi adanya kepentingan politik dalam proyek harus segera ditindaklanjuti oleh aparat terkait. Mereka berharap transparansi benar-benar diterapkan, agar proyek desa kembali berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan kelompok tertentu. (red.FR)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama