TRENGGALEK- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia seni dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Kesenian tradisional khas Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, yakni Jaranan Turonggo Yakso, dipastikan akan tampil dalam ajang pariwisata bergengsi yang digelar di Korea Selatan. Kehadiran kesenian ini menjadi kebanggaan tersendiri karena akan memperkenalkan kekayaan budaya lokal Indonesia kepada masyarakat dunia.
Festival berskala internasional tersebut diikuti oleh delegasi dari lebih dari 200 negara. Keikutsertaan Turonggo Yakso menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa budaya tradisional Indonesia memiliki daya tarik, keunikan, dan nilai seni yang mampu bersaing di panggung global.
Jaranan Turonggo Yakso merupakan kesenian yang lahir dan berkembang di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Tarian ini memiliki ciri khas berupa replika kuda kepang dengan kepala raksasa atau yakso, yang menjadi simbol kekuatan dan keberanian. Keunikan bentuk properti tari tersebut menjadikan Turonggo Yakso berbeda dari kesenian jaranan di daerah lain.
Secara historis, Turonggo Yakso berakar dari tradisi Baritan, sebuah ritual adat masyarakat Dongko sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus doa memohon keselamatan, kesejahteraan, dan perlindungan dari berbagai marabahaya. Seiring perkembangan zaman, ritual tersebut kemudian bertransformasi menjadi pertunjukan seni yang tetap mempertahankan nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal.
Gerakan tari Turonggo Yakso dikenal energik, dinamis, serta sarat nuansa magis. Setiap gerakannya menggambarkan semangat pantang menyerah, keberanian menghadapi tantangan, kerja keras, serta kuatnya budaya gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Trenggalek, khususnya di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Menak Sopal.
Partisipasi Trenggalek dalam festival internasional ini mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian budaya sekaligus membuka peluang promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah melalui diplomasi budaya di tingkat internasional.
Tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, keikutsertaan Turonggo Yakso juga diharapkan membawa dampak positif bagi peningkatan citra Kabupaten Trenggalek sebagai destinasi wisata budaya. Penampilan sebagai salah satu pembuka dalam festival di Korea Selatan diyakini akan memperluas eksposur Trenggalek di mata dunia, menarik minat wisatawan mancanegara, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Momentum ini menjadi bukti bahwa warisan budaya tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk tampil di panggung internasional sekaligus menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan identitas bangsa kepada masyarakat global.(red/lis)
Posting Komentar