Petugas BPBD Surabaya mengevakuasi jasad Suharti Ningsih (50), untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim photo by memorandum co.id
SURABAYA- Warga lingkungan Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Kelurahan Sawahan, dikejutkan oleh peristiwa tragis ditemukannya sesosok mayat perempuan dalam kondisi mengenaskan di salah satu kamar kos pada hari Kamis, 25 Juni 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Korban yang tergeletak bersimbah darah dan dalam keadaan setengah telanjang itu diidentifikasi bernama Suharti Ningsih, atau akrab disapa Mbak Har, berusia 50 tahun, warga asal Dusun Jarak, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Berdasarkan pemeriksaan awal, tubuh korban menunjukkan luka tusuk di bagian dada, disertai luka sayatan serta memar di beberapa bagian tubuh lainnya. Jasad Suharti pertama kali ditemukan oleh Rizky, cucu dari pemilik bangunan kos tersebut. Saat akan membuka akses masuk ke bangunan itu, Rizky mendapati pintu utama dalam keadaan terkunci dan digembok. Ia sempat memanggil-manggil penghuni namun tak mendapat jawaban. Setelah bertanya kepada warga sekitar termasuk Rani Sutarmi (47) dan tidak mengetahui siapa pemegang kunci, akhirnya gembok tersebut dibuka secara paksa oleh Rizky dengan bantuan warga lain.
Begitu pintu terbuka, Rizky masuk dan melihat pintu kamar korban yang biasanya selalu dikunci saat ditinggal, justru terbuka. Ia kemudian keluar dan menutup kembali pintu bangunan itu, lalu sempat berpamitan untuk pergi mengamen. Sebelum berangkat, ia menghubungi kerabatnya dan melaporkan bahwa dari arah kamar korban tercium bau amis yang sangat menyengat. Atas laporan itu, Rizky kembali ke lokasi bersama kerabatnya untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.
Saat diperiksa bersama, mereka sangat terkejut mendapati Suharti terbaring tengkurap, dalam keadaan setengah telanjang dengan celana dalam yang turun hingga ke lutut. Darah terlihat membasahi tubuh dan lantai, bahkan menyembur hingga ke dinding kamar.
Selama lebih dari satu tahun terakhir, korban tinggal bersama seorang pria berinisial YT, yang diduga sebagai pasangannya. Menurut keterangan warga, Suharti sebelumnya bekerja sebagai wanita tuna susila. Ia sempat berhenti dan pergi meninggalkan kawasan itu saat masa penutupan lokalisasi Dolly. Pada tahun 2019, ia kembali menetap di tempat ini setelah sebelumnya sempat menikah, namun kemudian bercerai dan hidup sebagai janda. Sementara itu, YT yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun adalah seorang duda asal Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Warga mengaku tak pernah mendengar adanya pertengkaran hebat antara keduanya.
Yang mencurigakan, saat jasad ditemukan, YT tidak ada di lokasi dan keberadaannya tidak diketahui. Ia terakhir kali terlihat oleh warga pada malam Rabu, 24 Juni 2026. Sebelum kejadian, YT sempat menghubungi anak angkat korban bernama Dimas untuk menanyakan keberadaan Suharti.
Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, menyatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan melalui layanan Call Center 110, kemudian segera mendatangi tempat kejadian perkara bersama Tim Identifikasi TKP dan Forensik (Inafis) dari Polrestabes Surabaya. Berdasarkan pengamatan awal tim forensik, diduga kuat korban meninggal akibat pembunuhan, namun rincian penyebab kematian dan jenis luka yang diderita baru dapat dipastikan secara resmi setelah hasil pemeriksaan otopsi selesai.
Pemeriksaan juga menunjukkan bahwa barang-barang berharga milik korban seperti perhiasan masih utuh dan tidak ada yang hilang, sehingga motif pencurian untuk sementara dapat dikesampingkan. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa dua orang saksi, termasuk kerabat dekat korban. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik peristiwa pembunuhan tersebut.(red/lis)
Posting Komentar